Lima macam faktor-faktor resiko bahan
kimia pada kelistrikan:
1. Timah Hitam
Timah
hitam ( Pb ) merupakan logam lunak yang berwarna kebiru-biruan atau abu-abu
keperakan dengan titik leleh pada 327,5°C dan titik didih 1.740°C pada tekanan
atmosfer. Senyawa Pb-organik seperti Pb-tetraetil dan Pb-tetrametil merupakan senyawa
yang penting karena banyak digunakan sebagai zat aditif pada bahan bakar bensin
dalam upaya meningkatkan angka oktan secara ekonomi. PB-tetraetil dan Pb
tetrametil berbentuk larutan dengan titik didih masing-masing 110°C dan 200°C. Karena
daya penguapan kedua senyawa tersebut lebih rendah dibandingkan dengan daya
penguapan unsur-unsur lain dalam bensin, maka penguapan bensin akan cenderung
memekatkan kadar P-tetraetil dan Pb-tetrametil. Kedua senyawa ini akan terdekomposisi
pada titik didihnya dengan adanya sinar matahari dan senyawa kimia lain diudara
seperti senyawa holegen asam atau oksidator.
Faktor
Pembakaran
Pb-alkil sebagai zat aditif pada bahan bakar kendaraan bermotor merupakan bagian
terbesar dari seluruh emisi Pb ke
atmosfer berdasarkan estimasi skitar 80–90% Pb di udara ambien berasal dari
pembakaran bensin tidak sama antara satu
tempat dengan tempat lain karena tergantung pada kepadatan kendaraan
bermotor dan efisiensi upaya untuk mereduksi kandungan pb pada bensin. Penambangan
dan peleburan batuan Pb di beberapa wilayah sering menimbulkan masalah
pencemaran Tingkat kontaminasi Pb di
udara dan air sekitar wilayah tersebut tergantung pada jumlah Pb yang
diemisikan tinggi cerobong pembakaran limbah tpopgrafi dan kondisi lokal lainnya. Peleburan Pb sekunder,
penyulingan dan industri senyawa dan barang-barang yang mengandung Pb, dan insinerator juga dapat menambah emisi Pb ke
lingkungan.
Dampak kesehatan
Pemajanan
Pb dari industri telah banyak tercatat tetapi kemaknaan pemajanan di
masyarakatvluas masih kontroversi, Kadar
Pb di alam sangat bervariasi tetapi kandungan dalam tubuh manusia berkisar
antara 100–400 mg. Sumber masukan Pb
adalah makanan terutama bagi mereka yang tidak bekerja atau kontak dengan Pb
Diperkirakan rata-rata masukkan Pb
melalui makanan adalah 300 ug per hari dengan kisaran antara 100–500 mg
perhari. Rata-rata masukkan melalui air
minum adalah 20 mg dengan kisaran antara 10–100 mg. Hanya sebagian asupan
(intake) yang diabsorpsi melalui pencernaan.
Pada manusia dewasa absorpsi untuk jangka panjang berkisar antara 5–10% bila
asupan tidak berlebihan kandungan Pb
dalam tinja dapat untuk memperkirakan asupan harian karena 90% Pb dikeluarkan
dengan cara ini. Hampir semua organ
tubuh mengandung Pb dan kira-kira 90% dijumpai di tulang, kandungan dalam darah
kurang dari 1% kandungan dalam darah
dipengaruhi oleh asupan yang baru (dalam 24 Jam terakhir) dan Oleh pelepan dari
sistem rangka.Manusia dengan pemajanan rendah mengandung 10–30 mg Pb/100 g
darah Manusia yang mendapat pemajanan kadar tinggi mengandung lebih dari 100 mg/100 g darah kandungan dalam darah
sekitar 40 mg Pb/100g dianggap terpajan berat atau mengabsorpsi Pb cukup tinggi walau tidak terdeteksi tanda-tanda keluhan
keracunan. Gangguan kesehatan adalah
akibat bereaksinya Pb dengan gugusan sulfhidril dari protein yang menyebabkan
pengendapan protein dan menghambat pembuatan haemoglobin, Gejala keracunan akut
didapati bila tertelan dalam jumlah besar yang dapat menimbulkan sakit perut
muntah atau diare akut. Gejala keracunan kronis bisa menyebabkan hilang nafsu
makan, konstipasi lelah sakit kepala, anemia, kelumpuhan anggota badan, Kejang
dan gangguan penglihatan.
Pencengahan
1)
Sumber Tidak Bergerak
a) Memasang scruber
pada cerobong asap.
b) Memodfikasi pada
proses pembakaran.
2)
Manusia
Apabila
kadar timah hitam dalam udara ambien telah melebihi baku mutu (2 ug/Nm3 dengan
waktu pengukuran 24 jam) maka untuk mencegah dampak kesehatan dilakukan
upaya-upaya :
a) Menggunakan alat
pelindung diri seperti masker.
b) Mengurangi aktifitas
diluar rumah.
Penanggulangan
a) Memperbaiki alat
yang rusak
b) Bila terjadi
keracunan maka lakukan :
· Pemberian pengobatan.
·
Kirim segera ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.
2. Nitrogen Oksida
Nitrogen
oksida sering disebut dengan NOx karena oksida nitrogen mempunyai 2
bentuk yang sifatnya berbeda, yakni gas NO2 dan gas NOx.
Sifat gas NO2 adalh berwarna dan berbau, sedangakn gas NO tidak
berwarna dan tidak berbau. Warna gas NO2 adalah merah kecoklatan dan
berbau tajam menyengat hidung.Kadar NOx diudara daearh perkotaan
yang berpenduduk padat akan lebih tinggi dari daerah pedesaan yang berpenduduk
sedikit. Hal ini disebabkan karena berbagai macam kegiatan yang menunjang
kehidupan manusia akan menambah kadar NOx di udara, seperti
transportasi, generator pembangkit listrik.
Dampak Pencemaran Nitrogen Oksida (NOx)
Gas nitrogen
oksida (NOx) ada dua macam , yakni gas nitrogen monoksida (NO) dan gas nitrogen
dioksida (NO2). Kedua macam gas tersebut mempunyai sifat yang
berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan. Gas NO yang mencemari
udara secara visual sulit diamati karena gas tersebut tidak berwarna dan tidak
berbau. Sedangkan gas NO2 bila
mencemari udara mudah diamati dari baunya yang sangat menyengat dan warnanya
coklat kemerahan. Udara yang mengandung gas NO dalam batas normal relatif aman
dan tidak berbahaya, kecuali jika gas NO berada dalam konsentrasi tinggi.
Konsentrasi gas NO yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada system saraf
yang mengakibatkan kejang-kejang. Bila keracunan ini terus berlanjut akan dapat
menyebabkan kelumpuhan.
Pengaruh bagi kesehatan
Nitrogen
dioksida merupakan polutan udara yang dihasilkan pada proses pembakaran. Ketika
nitrogen dioksida hadir, nitrogen oksida juga ditemukan ; gabungan dari NO dan
NO2 secara kolektif mengacu kepada nitrogen oksida
(NOx).
Faktor
Merupakan
buangan kendaraan bermotor. Unsur ini menyebabkan iritasi yang pada akhirnya
mengubah fungsi paru, meningkatkan sensitivitas terhadap alergi,
Meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, terutama pada penderita asma. Gas yang paling beracun. Dihasilkan dari pembakaran batu bara di pabrik, pembangkit energi listrik dan knalpot kendaraan bermotor.
Meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, terutama pada penderita asma. Gas yang paling beracun. Dihasilkan dari pembakaran batu bara di pabrik, pembangkit energi listrik dan knalpot kendaraan bermotor.
Pencengahan
1) Sumber
Bergerak
a)
Merawat mesin kendaraan bermotor agar tetap baik.
b)
Melakukan pengujian emisi dan KIR kendaraan secara berkala.
c)
Memasang filter pada knalpot.
2) Sumber
Tidak Bergerak
a)
Mengganti peralatan yang rusak.
b)
Memasang scruber pada cerobong asap.
c)
Memodifikasi pada proses pembakaran.
3) Manusia
Apabila
kadar NO2 dalam udara ambien telah melebihi baku mutu ( 150 mg/Nm3 dengan waktu
pengukur 24 jam) maka untuk mencegah dampak kesehatan dilakukan
upaya-upaya :
a)
Menggunakan alat pelindung diri, seperti masker gas.
b)
Mengurangi aktifitas di luar rumah.
Penanggulangan
a)
Mengatur pertukaran udara di dalam ruang, seperti mengunakan exhaust-fan.
b)
Bila terjadi korban keracunan, maka lakukan :
· Berikan pengobatan
atau pernafasaan buatan.
· Kirim segera ke Rumah
Sakit atau Puskesmas terdekat.
3. Batubara
Pembakaran batu bara ini akan menghasilkan uap dan gas
buang yang panas. Gas buang itu berfungsi juga untuk memanaskan pipa boiler
yang berada di atas lapisan mengambang. Gas buang selanjutnya dialiri ke
pembersih yang di dalamnya terdapat alat pengendap abu setelah gas itu bersih
lalu dibuang ke udara melalui cerobong. Sedangkan uap dialiri ke turbin yang
akan menyebabkan turbin bergerak, tapi karena poros turbin digandeng/dikopel
dengan poros generator akibatnya gerakan turbin itu akan menyebabkan pula
gerakan generator sehingga dihasilkan energi listrik. Uap itu kemudian
dialiri ke kondensor sehingga berubah menjadi air dan dengan bantuan pompa air
itu dialiri ke boiler sebagai air pengisi.
Generator biasanya
berukuran besar dengan jumlah lebih dari satu unit dan dioperasikan secara
berlainan. Sedangkan generator ukuran menengah didisain berdasarkan asumsi
bahwa selama masa manfaatnya akan terjadi 10.000 kali star-stop. Berarti selama
setahun dilakukan 250 x star-stop maka umur pembangkit bisa mencapai 40 tahun.
Bila daya generator meningkat maka kecepatannya meningkat pula dan bila
kecepatan kritikan dilalui maka perlu dilakukan pengendalian poros generator
supaya tidak terjadi getaran. Untuk itu konstruksi rotor dan stator serta mutu
instalasi perlu ditingkatkan. Boilernya menggunakan sirkulasi alam dan
menghasilkan uap dengan tekanan 196,9 kg/cm2 dan suhu 554¼C. PLTU ini
dilengkapi dengan presipitator elektro static yaitu suatu alat untuk mengendalikan
partikel yang akan keluar cerobong dan alat pengolahan abu batu bara. Sedang
uap yang sudah dipakai kemudian didinginkan dalam kondensor sehingga dihasilkan
air yang dialirkan ke dalam boiler. Pada waktu PLTU batubara beroperasi suhu
pada kondensor naiknya begitu cepat, sehingga mengakibatkan kondensor menjadi
panas. Sedang untuk mendinginkan kondensor bisa digunakan air, tapi harus dalam
jumlah besar, hal inilah yang menyebabkan PLTU dibangun dekat dengan sumber air
yang banyak seperti di tepi sungai atau tepi pantai.
Faktor
a.
Akumulasi sisa
tumbuhan –tumbuhan ( bahan organik )
b.
Bakteri dan organisme
tingkat rendah lain
c.
Temperatur
d.
Tekanan
e.
Waktu geoligi
Dampak batubara
Lubang
tambang. Pada kawasan pertambangan PT Adaro terdapat beberapa tandon raksasa
atau kawah bekas tambang yang menyebabkan bumi menganga sehingga tak mungkin
bisa direklamasi. mengandung logam berat yang berpotensi
menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang. Polusi udara : akibat dari (debu)
flying ashes yang berbahaya bagi kesehatan penduduk dan
menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Menurut logika, udara kotor pasti
mempengaruhi kerja paru-paru. Peranan polutan ikut andil dalam
merangsang penyakit pernafasan seperti influensa, bronchitis dan pneumonia
serta penyakit kronis seperti asma dan bronchitis kronis.
Pencengahan
Berbagai
usaha pengamanan dilakukan untuk melindungi kesehatan dan
keselamatanmasyarakat, para pekerja reaktor dan lingkungan PLTu. Usaha ini
dilakukan untuk menjaminagar uap yang dihasilkan PLTU tidak terlepas ke
lingkungan baik selama operasi maupun jika terjadi kecelakaan. Tindakan
protektif dilakukan untuk menjamin agar PLTU dapat dihentikan dengan aman
setiap waktu jika diinginkan dan dapat tetap dipertahanan
dalam keadaan aman, yakni memperoleh pendinginan yang cukup.
4. Arsen
Arsen (As) merupakan bahan kimia beracun, yang secara alami
ada di alam. Selain dapat ditemukan di udara, air maupun makanan, arsen juga
dapat ditemukan di industri seperti industri pestisida, proses pengecoran logam
maupun pusat tenaga geotermal. Elemen yang mengandung arsen dalam jumlah
sedikit atau komponen arsen organik (biasanya ditemukan pada produk laut
seperti ikan laut) biasanya tidak beracun (tidak toksik).
Arsen dapat dalam bentuk in organik bervalensi tiga dan bervalensi lima. Bentuk in organik arsen bervalensi tiga adalah arsenik trioksid, sodium arsenik, dan arsenik triklorida. sedangkan bentuk in organik arsen bervalensi lima adalah arsenik pentosida, asam arsenik, dan arsenat (Pb arsenat, Ca arsenat). Arsen bervalensi tiga (trioksid) merupakan bahan kimia yang cukup potensial untuk menimbulkan terjadinya keracunan akut. Fungsi arsen dalam kelistrikan adalah Logam arsenik biasanya digunakan sebagai bahan campuran untuk mengeraskan logam lain misalnya mengeraskan Pb di pabrik aki atau melapisi kabel. Arsenik trioksid dan arsenik pentoksid biasanya dipakai di pabrik kalsium, tembaga dan pestisida Pb arsenat.
Arsen dapat dalam bentuk in organik bervalensi tiga dan bervalensi lima. Bentuk in organik arsen bervalensi tiga adalah arsenik trioksid, sodium arsenik, dan arsenik triklorida. sedangkan bentuk in organik arsen bervalensi lima adalah arsenik pentosida, asam arsenik, dan arsenat (Pb arsenat, Ca arsenat). Arsen bervalensi tiga (trioksid) merupakan bahan kimia yang cukup potensial untuk menimbulkan terjadinya keracunan akut. Fungsi arsen dalam kelistrikan adalah Logam arsenik biasanya digunakan sebagai bahan campuran untuk mengeraskan logam lain misalnya mengeraskan Pb di pabrik aki atau melapisi kabel. Arsenik trioksid dan arsenik pentoksid biasanya dipakai di pabrik kalsium, tembaga dan pestisida Pb arsenat.
Dampak arsen
Bahan kimia arsen dapat masuk ke dalam tubuh melalui
saluran pencernaan makanan, saluran pernafasan serta melalui kulit walaupun
jumlahnya sangat terbatas. Arsen yang masuk ke dalam peredaran darah dapat
ditimbun dalam organ seperti hati, ginjal, otot, tulang, kulit dan rambut. Arsenik
trioksid yang dapat disimpan di kuku dan rambut dapat mempengaruhi enzim yang
berperan dalam rantai respirasi, metabolisme glutation ataupun enzim yang
berperan dalam proses perbaikan DNA yang rusak. Didalam tubuh arsenik
bervalensi lima dapat berubah menjadi arsenik bervalensi tiga. Hasil
metabolisme dari arsenik bervalensi 3 adalah asam dimetil arsenik dan asam mono
metil arsenik yang keduanya dapat diekskresi melalui urine. Gas arsin terbentuk
dari reaksi antara hidrogen dan arsen yang merupakan hasil samping dari proses
refining (pemurnian logam) non besi (non ferrous metal). Keracunan gas arsin
biasanya bersifat akut dengan gejala mual, muntah, nafas pendek dan sakit
kepala. Jika paparan terus berlanjut dapat menimbulkan gejala hemoglobinuria
dan anemia, gagal ginjal dan ikterus (gangguan hati).
Pencegahan Terjadinya Paparan Arsen
Usaha pencegahan terjadinya paparan arsen secara umum
adalah pemakaian alat proteksi diri bagi semua individu yang mempunyai potensi
terpapar oleh arsen. Alat proteksi diri tersebut misalnya :
- Masker yang memadai
- Sarung tangan yang memadai
- Tutup kepala
- Kacamata khusus
Usaha pencegahan lain adalah
melakukan surveilance medis, yaitu pemeriksaan kesehatan dan laboratorium yang
dilakukan secara rutin setiap tahun. Jika keadaan dianggap luar biasa, dapat
dilakukan biomonitoring arsen di dalam urine. Usaha pencegahan agar lingkungan
kerja terbebas dari kadar arsen yang berlebihan adalah perlu dilakukan
pemeriksaan kualitas udara (indoor), terutama kadar arsen dalam patikel debu.
Pemeriksaan kualitas udara tersebut setidaknya dilakukan setiap tiga bulan.
Ventilasi tempat kerja harus baik, agar sirkulasi udara dapat lancar.
Faktor
Industri peleburan tembaga atau metal lain biasanya melepas
arsen inorganik ke udara.
5. HIDROKARBON
Struktur
Hidrokarban (HC) terdiri dari elemen hidrogen dan korbon dan sifat fisik HC
dipengaruhi oleh jumlah atom karbon yang menyusun molekul HC. HC adalah bahan
pencemar udara yang dapat berbentuk gas, cairan maupun padatan. Semakin tinggi
jumlah atom karbon, unsur ini akan cenderung berbentuk padatan. Hidrokarbon dengan
kandungan unsur C antara 1-4 atom karbon akan berbentuk gas pada suhu kamar,
sedangkan kandungan karbon diatas 5 akan berbentuk cairan dan padatan. HC yang
berupa gas akan tercampur dengan gas-gas hasil buangan lainnya. Sedangkan bila
berupa cair maka HC akan membentuk semacam kabut minyak, bila berbentuk padatan
akan membentuk asap yang pekat dan akhirnya menggumpal menjadi debu.
Berdasarkan
struktur molekulnya, hidrokarbon dapat dibedakan dalam 3 kelompok yaitu
hidrokarban alifalik, hidrokarbon aromatik dan hidrokarbon alisiklis. Molekul
hidrokarbon alifalik tidak mengandung cincin atom karbon dan semua atom karbon
tersusun dalam bentuk rantai lurus atau bercabang.
Faktor
Sebagai
bahan pencemar udara, Hidrokarbon dapat berasal dari proses industri yang
diemisikan ke udara dan kemudian merupakan
sumber fotokimia dari ozon. HC merupakan polutan primer karena dilepas ke udara
ambien secara langsung, sedangkan
oksidan fotokima merupakan polutan sekunder yang dihasilkan di atmosfir dari
hasil reaksi-reaksi yang melibatkan polutan
primer. Kegiatan industri yang berpotensi menimbulkan cemaran dalam bentuk HC
adalah industri plastik, resin, pigmen,
zat warna, pestisida dan pemrosesan karet. Diperkirakan emisi industri sebesar
10 % berupa HC. Sumber HC dapat pula
berasal dari sarana transportasi. Kondisi mesin yang kurang baik akan
menghasilkan HC. Pada umumnya pada
pagi hari kadar HC di udara tinggi, namun pada siang hari menurun. Sore hari
kadar HC akan meningkat dan
Dampak kesehatan
Hidrokarbon
diudara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan membentuk ikatan baru
yang disebut plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH) yang banyak dijumpai di
daerah industri dan padat lalulintas. Bila PAH ini masuk dalam paru-paru akan
menimbulkan luka dan
merangsang terbentuknya sel-sel kanker.
Pencengahan
1) Sumber
Bergerak
a)
Merawat mesin kendaraan bermotor agar tetap baik.
b)
Melakukan pengujian emisi secara berkala dan KIR kendaraan.
c)
Memasang filter pada knalpot.
2) Sumber
Tidak Bergerak
a)
Memasang scruber pada cerobong asap.
b)
Memodifikasi pada proses pembakaran.
3) Manusia
Apabila
kadar oksidan dalam udara ambien telah melebihi baku mutu (235 mg/Nm3 dengan
waktu pengukuran 1jam) maka
untuk mencegah
dampak kesehatan dilakukan upaya-upaya:
a)
Menggunakan alat pelindung diri, seperti masker gas.
b)
Mengurangi aktifitas di luar rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar