Pada saat ini tingkat
kesibukan seseorang sangat tinggi, maka banyak orang yang tidak memiliki waktu
luang untuk melakukan kegiatan lainnya. Dengan adanya kesibukan–kesibukan
tersebut, maka jarang sekali orang yang memperhatikan tirai jendela bahkan
tidak mempedulikan sama sekali. Siang dan malam hari tirai jendela ada yang
dibiarkan tertutup dan terbuka. Akibatnya bila pada ruangan yang tirainya
selalu terbuka sepanjang hari, ruangan akan berdebu dan kotor.
Hal tersebut diatas yang
mendasari penulis untuk merancang dan membuat alat yang dapat membuka dan
menutup gorden berdasarkan intensitas cahaya. Proyek akhir ini penulis beri
judul “Prototype Buka Tutup Tirai Otomatis Berdasarkan Aplikasi H-Bridge
dengan Indikator Sensor LDR”
Rangkaian buka tutup tirai secara
otomatis ini menggunakan rangkaian h-bridge dan
sensor cahaya. Bila diaplikasikan pada tirai jendela maka ketika sensor
terkena cahaya matahari tirai akan membuka. Bila sensor tidak terkena cahaya
matahari maka tirai akan menutup..
Apliakasi menutup dan membuka tirai
ini diapliksikan pada pembukaan tirai di pagi hari dan malam hari. Jika siang hari
sensor terkena cahaya matahari maka tirai dalam keadaaan terbuka dan ketika
matahari sudah terbenam, sensor tidak terkena cajhaya lagi dengan demikian
tirai akan tertutup. :)
tirai dalama keadaan terbuka
tirai dalam keadaan tertutu
sama halnya dengan yang saya buat,, punya "my friend" saya cukup unik dan menarik...hehee,,,,
BY adek iska putra..




